Menumbuhkan Gerakan Bersama Melawan Korupsi

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2020-02-21 16:37:40+07

Menumbuhkan Gerakan sfee.jpg

Ikhsan Marzuki

 

Kuningan – KORUPSI dari dulu hingga saat ini selalu menjadi musuh bersama. Baik oleh politisi, -- minimal saat diperlukan untuk memperoleh dukungan dari masyarakat -- pejabat pemerintahan, lembaga penegak hukum, hingga masyarakat umum.

Walau  sudah menjadi musuh bersama, korupsi seolah tidak pernah mati, bahkan tumbuh subur di negeri yang kaya sumber daya alam, tapi lemah dalam sikap kritis, integritas, transparan dan akuntabilitas dari para pengelolanya.

Sikap kritis, integritas, transparan dan akuntabel harus menjadi pegangan bersama, baik aparat penegak hukum maupun masyarakat, dalam memerangi korupsi.

Kenapa korupsi sulit diberantas walaupun sudah menjadi musuh bersama? Karena perang terhadap korupsi di negeri ini secara konstitusional masih menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum. Padahal, secara moral, perang terhadap korupsi menjadi kewajiban dan tanggung jawab semua masyarakat.

Selain itu, korupsi yang dilakukan oleh orang-orang terdidik menjadi sebuah gejala yang punya dampak yang dahsyat. Kaum terdidik tidak melakukan korupsi karena tuntutan kebutuhan, tapi lebih sering karena keserakahan. Fenomena ini seakan-akan mengirimkan pesan pahit, bahwa dunia pendidikan yang menghasilkan kaum terdidik menjadi penyuplai koruptor.

Perlawanan terhadap praktek-praktek korupsi harus jauh lebih luas.  Harus menjadi gerakan bersama. Masyarakat harus turun tangan. Proses hukum memang hanya bisa dilakukan oleh penegak hukum yang secara konstitusional memang diberi hak. Namun, gerakan melawan korupsi harus dilakukan secara kolektif melibatkan masyarakat.

Kita harus mendorong masyarakat untuk menemukan pola baru, yaitu memantau pejabat publik dan mengabarkan praktek koruptif kepada dunia.

Jangan pernah bosan mengajak masyarakat untuk kritis dan berani melaporkan praktik-praktik penyimpangan, seperti ketidakadilan, KECURANGAN, KORUPSI, KOLUSI, NEPOTISME, yang terjadi di lingkungan mereka.

Jangan ada lagi pembiaran kalau menyaksikan, menemukan ada praktik-praktik yang dianggap menyimpang. Segera laporkan. Praktik menyimpang itu akan menjadi kebiasaan baru jika dibiarkan.

Tumbuhnya ketidakadilan, kecurangan, korupsi, dan praktik-praktik penyimpangan lain, bukan karena banyaknya dan hebatnya orang-orang jahat, tapi karena orang-orang baik lebih memilih diam dan mendiamkan.

Salah satu alasan maraknya praktik-praktik penyimpangan karena lemahnya integritas. Karenanya perlu penanganan dan pencegahan yang tepat, mulai dari lingkungan tempat tinggal.

Saat ini Defisit Integritas telah menjadi penyakit. Korupsi terjadi karena defisit integritas. Korupsi itu adalah gejalanya, penyakitnya adalah integritas. Karena itu yang harus ditumbuhkan adalah integritas, dan itu harus dijaga.

Praktik- praktik penyimpangan yang sudah lama harus segera kita luruskan. Saatnya kita bergerak bersama, saatnya mendorong perlawanan: perang terhadap korupsi. Kekuatan masyarakat sudah saatnya diolah dan dikelola untuk perang melawan korupsi.

Jadikan perang melawan korupsi menjadi perang semesta. Partisipasi rakyat dalam mengawasi keseharian pejabat publik bisa menjadi salah satu instrumen penting melawan korupsi.

 

Penulis :  Inisiator Gerakan KITA Ikhsan Marzuki.

3 months ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, SOSPOLHUKAM

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com























Berita Terkini

Categories