Pasien Suspect Corona Meninggal di RSUD 45 Kuningan

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2020-04-04 17:51:51+07

Petugas saat hendak membawa jenazah ke tempat pemakaman, kemarin.jpg
Petugas saat hendak membawa jenazah ke tempat pemakaman, kemarin.

Kuningan - Adanya satu pasien suspect corona yang meninggal di RSUD 45, Jumat (3/4/2020) malam, sempat menggegerkan warga, terutama di media sosial. Kematian korban yang terjadi di RSUD 45 ini sebelumnya diduga terkait Covid-19.

Dari informasi yang dihimpun bingkaiwarta.com, korban berasal dari warga Desa Pakapasan Girang, Kecamatan Hantara. Korban sendiri merupakan pemudik dari Jakarta.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Agus Mauludin, membenarkan adanya pasien suspect corona yang meninggal di RSUD 45 Kuningan. Menurutnya, korban merupakan pemudik dari Jakarta.

"Pasien yang meninggal belum terkonfirmasi positif Covid-19, tapi sudah suspect. Jadi meskipun belum positif, tapi pemakaman tetap memakai protokol Pemakaman Covid-19," kata Agus saat dikonfirmasi bingkaiwarta.com, Sabtu (4/4/2020).

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan dr. Susi Lusiyanti, MM, kejadian pasien meninggal malam tadi di RSUD 45 adalah penduduk Kecamatan Hantara yang sudah bepergian ke Jakarata dan ketika pulang memiliki keluhan demam, batuk, dan pilek.

Pasien pun sudah berobat ke Puskesmas dan dilakukan pemantauan. Namun, beberapa hari kemudian pasien tersebut mengeluh sesak. Dokter Puskesmas kemudian memberi obat dan keesokan harinya sempat membaik.

Lalu, setelah beberapa hari selanjutnya korban kembali mengeluh sesak dan dokter Puskesmas merujuk korban ke RSUD 45 Kuningan.

"Di rumah sakit dilakukan tindakan tetapi kondisi (pasien) menurun. Dan beberapa jam kemudian meninggal. Sempat dicek rapid, tesnya negatif," terang Susi.

Ia menambahkan, karena sebelumnya pasien didiagnosa orang dalam pemantauan (ODP), dan hasil rapid tes pun negatif, maka medis menyatakan pasien mengalami pneumonia bilateral dengan serangan jantung. 

Disamping itu, menurut Wawan, yang merupakan bagian Pemulasara jenazah RSUD 45 Kuningan, saat dikonfirmasi bingkaiwarta.com, mengatakan bahwa dirinya tadi malam memang sudah melakukan pemakaman pasien tersebut.

"Iya tadi malam saya di telepon pukul 22.10 WIB oleh pihak rumah sakit. Pemulasaraan sekitar 40 menit. Jenajah tidak pakai air atau tidak dimandikan dahulu. Tetapi langsung pakai kain, plastik 3 lapis dan berangkat ke rumah alm pukul 02.00 WIB lalu selesai penguburan sekitar pukul 03.00 WIB dini hari," kata Wawan.

Menurut keterangan Wawan, pasien masuk ke RSU 45 kondisi jantungnya sudah sakit dan ada beberapa penyakit lain juga.

"Dokter tidak memastikan positif atau tidaknya. Karena pemeriksaan belum selesai pasien keburu meninggal. Di surat kematian sih statusnya PDP," ujarnya.

Untuk proses pemakaman sendiri, Wawan menjelaskan semua sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan.

"Saat proses pemakaman cuma ada seorang keluarganya yang ikut. Sedangkan warga lumayan banyak tapi mereka melihat dari kejauhan," pungkasnya. (Abel Kiranti)

2 months ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, SOSPOLHUKAM

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com























Berita Terkini

Categories